Senin, 25 Oktober 2010

TUGAS SIM 2

Apa Itu Sistem ??

Untuk mendefinisikan sistem terdapat dua pendekatan, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.

Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedurnya mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis menulis) biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.

Berbeda dengan sistem yang menekankan pada prosedurnya, sistem yang menekankan pada komponen atau elemennya mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan elemen- elemen atau komponen- komponen atau subsistem- subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Pendekatan sistem yang menekankan pada komponen akan lebih di dalam mempelajari suatu sistem untuk tujuan analisis dan perancangan suatu sistem.

Suatu sistem yang dibuat tentunya memiliki maksud tertentu. Sistem dibuat untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan sasaran (objective). Tujuan biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran biasanya dalam ruang lingkup yang lebih sempit.

Supersistem Dan Subsistem ??

Didalam suatu sistem, terutama suatu sistem yang besar, dimungkinkan didalamnya mempunyai suatu sistem-sistem yang lebih kecil. Suatu sistem yang terintegrasi didalam sistem lain yang lebih besar disebut sebagai subsistem. Subsistem-subsistem tersebut akan bergabung membentuk satu sistem yang lebih besar yang disebut supersistem.

Mengapa Universitas dikatakan Sebagai Suatu Sistem??

Universitas dikatakan/digolongkan sebagai suatu sistem karena universitas merupakan kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Tujuan untuk mendidik mahasiswa, untuk mengembangkan kreatif mahasiswa agar menjadi pribadi yang mandiri dan lebih terarah dengan tujuan untuk menghadapi dunia bisnis dan sebagainya. Elemen-elemen yang termasuk dalam sistem universitas itu sendiri adalah perpustakaan, laboratorium, seketariat dosen, dsb.

Mengapa Universitas dikatakan sebagai Supersistem Dan Subsistem??

Dari pengertian subsistem itu sendiri, subsistem merupakan suatu sistem yang berintegrasi didalam sistem yang lain yang lebih besar. Mengapa universitas merupakan suatu subsistem?? Karena Universitas merupakan bagian dari supersistem intansi pendidikan. Dan mengapa universitas merupakan dikatakan juga sebagai supersistem pula?? Karena universitas merupakan supersistem dari subsistem dalam suatu sistem. Subsistem dalam universitas tersebut adalah perpustakaan, laboratorium, seketariat dosen, dsb.

Apakah tagihan yang dicetak perusahaan telepon merupakan data atau informasi?
Dewasa ini, teknoogi informasi merupakan sarana penting yang penunjang bagi kelangsungan suatu perusahaan, baik perusahaa kesil atau besar. Karena Informasi ini diharapkan untuk mempermudah pekerjaan untuk mencapai tujuan.

Pada pengiriman tagihan telepon, tagihan telepon merupakan fitur pelayanan dari perusahaan telepon metropolitan bagi pelanggan yang bersifat opsional. Tagihan telepon ini merupakan suatu data yang dipakai sebagai alat informasi bagi pelanggan untuk mengetahui jumlah tagihan telepon mereka. Tagihan telepon ini juga bisa sebagai alat pengawasan pelanggan terhadap perhitungan pemakaian rekening telepon mereka. Data-data yang dicantumkan dalam tagihan telepon adalah: Total tagihan dan tanggal jatuh tempo, Jumlah Tagihan Bulan Lalu, Jumlah Tagihan Bulan Ini, Jumlah Pembayaran, Sisa Tagihan, dan Sisa Angsuran, Rincian Pemakaian.

Karena sifatnya yang merupakan data yang diolah dan memberikan manfaat yang berguna, maka tagihan telepon merupakan suatu informasi yang dipakai perusahaan telepon metropolitan untuk mengetahui jumlah perhitungan pemakaian telepon bagi para pelanggan.

Rabu, 06 Oktober 2010

Kontribusi Teknologi Informasi Pada Semakin Singkatnya Transaksi Bisnis

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi). Mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama INTERNET. Informasi yang disampaikan pun berkembang.

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat pertukaran pikiran. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.

EVOLUSI EKONOMI GLOBAL

1. Ekonomi Agraris, sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominant.

2. Ekonomi Industri , sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting.

3. Ekonomi Informasi, saat ini, manusia cenderung menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused).

Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri. Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village”. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead”, yang makin lama makin nyata kebenarannya. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. (sumber : http://wijayalabs.wordpress.com)

Rabu, 10 Maret 2010

MANAJEMEN PERBANKAN 3 ( TUJUAN BANK )

TUJUAN BANK

Tujuan Manajemen Bank Komersial: me-maksimumkan kekayaan pemegang saham.

Kekayaan pemegang saham diukur dengan nilai pasar saham & jumlah dividen tunai yang dibayar.

Nilai pasar saham bank bergantung pada tiga faktor: 1. jumlah arus kas yang dibayar kepada para pemegang saham bank; 2. penentuan waktu arus kas; & 3. risiko yang terlibat dalam arus kas.

Dalam mencapai tujuannya, bank menghadapi sejumlah risiko, sehingga perlu mengelolanya dengan baik.

1. Risiko kredit: kemungkinan bahwa peminjam tidak memenuhi kewajiban2nya.

2. Risiko tingkat bunga: kemungkinan bahwa tingkat bunga pasar berubah & tidak menguntungkan bagi bank.

3. Risiko operasional: risiko yang berkaitan dengan munculnya problema yang berkaitan dengan penyerahan atau jasa suatu produk.

4. Risiko likuiditas: risiko yang berkaitan dengan kemampuan bank untuk memenuhi penarikan dana, baik dari deposan maupun peminjam.

5. Risiko harga: risiko yang berkaitan dengan pembentukan pasar, persetujuan, atau pengambilan posisi dalam sekuritas, derivatif, valas, atau instrumen keuangan lain.

6. Risiko kepatuhan: risiko yang muncul dari pelanggaran hukum, peraturan, dsb.

7. Risiko valas: risiko yang berkaitan dengan adanya perubahan kurs tukar valas yang dapat merugikan bank.

8. Risiko strategik: risiko yang muncul dari pembuatan keputusan bisnis yang jelek yang berpengaruh negatif terhadap nilai bank.

9. Risiko reputasi: risiko yang muncul dari opini publik atas bank. Opini negatif muncul dari pelayanan yang jelek, kegagalan melayani kebutuhan kredit masyarakat, dsb.

Batasan2 yang dihadapi bank dalam mencapai tujuannya diklasifikasi menjadi :

1. Batasan2 pasar, meliputi: kondisi ekonomi (tingkat pertumbuhan), & persaingan.

2. Batasan2 sosial: sebagai inti dari sistem keuangan, bank ikut terlibat terhadap perekonomian yang sehat atas masyarakat yang dilayaninya.

3. Batasan2 hukum & peraturan, meliputi: batasan2 atas komposisi neraca, & batasan2 atas hubungan konsumen.

MANAJEMEN PERBANKAN 2 ( KLASIFIKASI BANK )

KLASIFIKASI BANK

Bank diklasifikasi berdasarkan berbagai macam perspektif, yaitu: 1. Segi fungsinya, 2. Segi kepemilikannya, 3. Segi status, & 4. Segi penentuan harganya.

Berdasarkan segi fungsinya, bank diklasifikasi menjadi:

1. Bank umum (komersial + syariah): bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberi-kan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. BPR: bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasar-kan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Berdasarkan segi kepemilikannya, bank diklasifikasi menjadi:

1. Bank Pemerintah: bank yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah;

2. Bank swasta nasional: bank yang seba-gian besar modalnya dimiliki oleh swasta nasional Indonesia;

3. Bank koperasi: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh perusahaan berbadan hukum koperasi;

4. Bank asing: bank yang sebagian besar atau seluruh modalnya dimiliki oleh asing, baik swasta maupun pemerintah asing.

5. Bank campuran: bank yang modalnya dimiliki swasta nasional Indonesia dan asing, dan pada umumnya sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta Indonesia.

Berdasarkan segi statusnya, bank diklasifikasi menjadi :

1. Bank devisa: bank yang melaksanakan transaksi luar negeri atau transaksinya berhubungan dengan valas.

2. Bank nondevisa: bank yang tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan luar negeri atau berkaitan dengan valas.

Berdasarkan segi cara menentukan harga, bank diklasifikasi menjadi :

1. Bank konvensional: bank yang dalam menentukan harganya menetapkan suatu tingkat bunga tertentu, baik untuk dana yang dikumpulkan maupun disalurkan.

2. Bank syariah: bank yang penentuan harganya tidak menetapkan suatu tingkat bunga tertentu tetapi didasarkan pada prinsip-prinsip syariah.

Pengklasifikasian bank ini tidak dapat secara kaku diterapkan saat ini, mengingat fenomena kepemilikan bank di Indonesia pasca krisis ekonomi 1998 sangat rumit.

MANAJEMEN PERBANKAN 1

NPM 41208082

GAMBARAN UMUM MANAJEMEN PERBANKAN

Bank: lembaga keuangan yang fungsi utamanya menyediakan jasa intermediasi & jasa keuangan lainnya kepada perusahaan dan rumah tangga, dengan tujuan untuk memaksimumkan kekayaan pemilik.

Dari definisi tercakup: fungsi & tujuan bank.

Manajemen bank umum: proses pengambi-lan keputusan keuangan pada bank untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Arti penting Manajemen bank umum:

1. Persaingan yang semakin ketat dalam bisnis an-tar bank (Lembaga Depositori) dan dengan LK lain;

2. Mayoritas aset bank adalah aset keuangan, sehingga lebih mudah disalahgunakan;

3. Sifat bisnisnya yang mengutamakan kerahasia-an & kepercayaan menuntut bank harus menerapkan prinsip kehati-hatian;

4. Peraturan yang sangat ketat terhadap perban-kan menuntut bank untuk kreatif dan inovatif.